Mengenal Augmented Reality sebagai Media Pembelajaran
Kemajuan Teknologi berpengaruh pada semua aspek kehidupan manusia, termasuk pendidikan. Penggunaan teknologi terhadap pendidikan tidak sebatas pada pemanfaatannya pada kegiatan administrasi, namun juga ke dalam bidang media pembelajaran. Bila selama ini, media pembelajaran dikenal melalui pemanfaatan benda-benda 2 dimensi atau 2 D, atau melalui tayangan video. Namun, kemajuan teknologi telah mengenalkan bagaimana menggabungkan benda-benda 2 D dan 3 D dalam kehidupan nyata.
Teknologi yang menggabungkan benda-benda 2 Dimensi dengan 3 Dimensi seperti terlihat dalam kehidupan nyata adalah augmented Reality (AR). AR merupakan teknologi yang mampu memvisualisasikan benda-benda maya seperti nyata dengan menggunakan device seperti laptop dan handphone atau dengan kata lain, AR adalah penggabungan antara objek virtual dengan objek nyata. Untuk memanfaatkan teknologi AR, Anda harus terkoneksi dengan Internet. AR juga teknologi yang user friendly, dapat dibuka melalui beberapa web browser, seperti: Google Chrome, Mozilla, Safari dan lain sebagainya. Untuk laptop ada spesifikasi minimal, agar tampilan objek AR dapat divisualisasikan secara optimal, antara lain: Laptop atau PC dengan OS Windows 8 atau kelas di atasnya, RAM 4 GB dan Core i 3, Sedangkan untuk tampilan di Android, spesifikasi minimal androidnya antara lain: OS 6 Ram 2 GB.
AR adalah teknologi yang tepat digunakan untuk mengembangkan media pembelajaran, media yang dapat memicu siswa untuk belajar, karena media AR adalah media yang mengedepankan visualisasi . Tentu hal ini akan sangat membantu, siswa yang memiliki gaya belajar Visual, konsep-konsep dalam bentuk kata-kata yang diungkapkan secara lisan dapat diwakilkan dengan objek AR yang divisualisasikan melalui Android ataupun Laptop. Media pembelajaran berbasis AR juga dapat dianimasi, sehingga objek-objek yang ditampilkan dapat bergerak secara otomatis, karakteristik ini sangat disenangi oleh siswa dengan gaya belajar kinestetik atau gerak, mereka belajar dengan semangat karena dapat melakukan aktivitas memainkan gedjet dalam gengamannya. Dengan demikian, media pembelajaran juga melayani siswa dengan gaya belajar kinestetik. Disamping itu, media pembelajaran berbasis AR jug dapat diberi efek suara, atau diberi narasi, layaknya guru menjelaskan materi pelajaran di kelas. Kompleksnya kemampuan AR dalam mengemas suatu media pembelajaran akan memudahkan siswa mempelajari konsep-konsep dari materi yang diajarkan.
Bagi guru yang akan mendesain media pembelajaran berbasis Augmented Reality dapat melakukannya melalui halaman resmi di https://id.edu.assemblrworld.com/.
Setelah berhasil mendaftar, Bapak/Ibu guru dapat memulai berkarya, menghasilkan proyek atau media sesuai dengan materi pelajaran yang diajarkan. Untuk mendukung kreativitas Bapak/Ibu guru, pihak Assemblr telah mempersiapkan konten-konten pendidikan yang dapat digunakan secara free. Meliputi model, diagaram, hingga simulasi. Selamat mencoba.
Komentar
Posting Komentar